Senin, 16 Februari 2015

Kawasaki AR 125 1984


Setelah diperkenalkan untuk pasar global, dua tahun berikutnya akhirnya motor sport sejati pertama di Indonesia ini akhirnya mendarat di tanah air. Tepatnya pada tahun 1984, melalui distributornya Bintang Terang Indonesia yang didatangkan secara CBU.


Dilihat modelnya AR 125 sudah menggunakan desain full fairing walaupun terlihat aneh untuk orang jaman sekarang. Gari bodynya mirip dengan motor GL Pro jaman dulu. Secara keseluruhan AR 125 memiliki bobot 107 kg.

Motor dengan kapasitas 124cc ini berpendingin cair alias menggunakan radiator pertama di Indonesia dengan kompresi rasio 6.5:1. Sebagai motor sport pertama power maksimal mencapai 22 hp pada putaran 9.500rpm dan torsi maksimum 1,7kg-m pada 8.000rpm. Tenaga yang ada disalurkan menggunakan transmisi 6 speed.

Pada masa itu top speed nya cukup mumpuni untuk motor sekelasnya yang mencapai 130 km/jam. Tangki bahan bakarnya mampu membawa bensin sebanyak 11,5lt, Suspensi belakang sudah mengunakan model monoshock unitrak dan depan teleskopik. 



Dibagian roda, lingkar roda depan berukuran 2.75-18″ dan belakang 3.00-18″, Velg mendapat supply dari merk Enkei model cast wheel, Di sektor pengereman  pada bagian depan sudah menggunakan cakram single piston, rem belakang menggunakan tromol.

Knalpotnya pun sudah model racing, setang clip on, lampu helogen yang menandakan kalo AR 125 ini merupakan motor sport sejati.  Aslinya ada dua model yang dijual saat itu yaitu versi half fairing dan full fairing dengan pilihan cast wheel dan spoge wheel.

Pada masa itu inilah yang menjadi pesaing berat RX-King untuk berduel satu lawan satu. Satu kelebihan AR 125 adalah sudah menggunakan pendingin cair sehingga durabilitnya lebih baik. 

Namun sayang dengan teknologinya yang terlalu maju justru membuat motor ini tidak laku dipasaran sehingga memaksa Bintang Terang Indonesia menghentikan penjualan pada masa 80an akhir.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar